Breaking News

Komentari Berita Proyek BPPW Sumbar, Benarkah Ketua DPP Bidang Investigasi Lembaga MT-AB Indonesia "Ditelepon Orang Suruhan Kepala BPPW Sumbar" ?

 

Kantor BPPW Sumbar,

Padang,(SUMBAR). internewss - Pasca diberitakan media Internewss dibawah judul berita "Lembaga MT-AB Indonesia Sorot Proyek Balai PPW Sumbar, Keluhan Kasatker Isyarat Bagi Penegak Hukum". Sontak saja, berita proyek di bawah naungan BPPW Sumbar yang dikomentari Sutarman, SE, Ketua DPP Bidang Investigasi Lembaga MT-AB Indonesia tersebut membuat resah kalangan terkait di kantor BPPW Sumbar. Sebab setelah berita keluar mereka berkali - kali berusaha menghubungi Sutarman, yang mengaku disuruh kepala BPPW Sumbar meminta membantu mencarikan jalan penyelesaian atas persoalan proyek yang di berita kan media Internewss ?.


"Saya juga heran mendapat telepon dari orang yang mengaku staf di kantor BPPW Sumbar, pada Jumat Siang (19/11/21). Yang menyampaikan kepada saya untuk dapat membantu menyelesaikan secara baik, baik untuk proyek baik juga untuk media"kata Sutarman menirukan perkataan orang dibalik telepon tersebut tanpa menyebutkan siapa nama nya.

Sutarman, SE, Ketua Lembaga MT-AB Indonesia, ketika berkunjung ke ruang kerja Herwatan Kasi Intel Kajati Sumbar.


Kemudian kata Sutarman, selepas magrib orang tersebut kembali menelpon dan kali ini mengaku bernama Dedi. Pada saat itu, Dedi menyampaikan bahwa ia bersama Syahrul tengah berada dilokasi proyek Cindua Mato Batu Sangkar sesuai dengan yang di perintahkan Kusworo Darpito Kepala Balai PPW Sumbar, untuk menyikapi berita proyek Cindua Mato yang dilansir media Internewss.


"Tapi karena hari ini (Jumat 19 November 2021-red) kami tidak bisa langsung pulang ke Padang. Dan masalah ini telah diputuskan pak Kusworo untuk diselesaikan oleh Kasatker Zuherman, yang kebetulan tengah berada di Padang, supaya menghubungi pak Sutarman"kata Dedi dibalik telepon.


Setelah beberapa hari kemudian tidak ada Kasatker Zuherman menghubungi, sesuai dengan perintah Kusworo Darpito seperti yang disampaikan oleh Dedi tersebut. Untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut dari Kusworo Darpito Kepala Balai PPW Sumbar, menyangkut perihal diatas, media internewss mencoba mengkonfirmasi kan nya kepada Kusworo Darpito, pada Selasa (23/11/21). Melalui pesan watshap yang dikirim internewss 


"Assalamu'alaikum....selamat pagi pak Kusworo, semoga hari ini selalu sehat .. aamiin. Kita mau konfirmasi sekaligus klarifikasi nya, menyoal adanya staf di kantor BPPW Sumbar, menelpon pak Sutarman Ketua Bidang Investigasi DPP Lembaga MT-AB (Masyarakat Transparansi Anak Bangsa) Indonesia, yang mengaku menjalankan arahan dari pak Kusworo, yang meminta bantu kepada pak Sutarman agar tidak menyikapi dan mengeluarkan komentar menyoal proyek dilingkungan BPPW Sumbar,. Benar tidaknya kita konfirmasi kepada pak Kusworo. Yang dijawabnya " Wss.wr.wb...".


Kemudian media Internewss kembali mempertanyakan, apa benar hal yang kita konfirmasikan itu pak Kusworo,? Karena klarifikasi ini penting supaya informasi berita nya berimbang. Dan dijawab Kusworo," Info dari bapak juga tidak jelas, karena staff saya banyak"jelasnya.

Potret lapangan dilokasi pekerjaan proyek penataan kawasan taman kota Cindua Mato di kabupaten tanah datar, (foto diambil Senin 8 November 2021)


Ketika dijelaskan bahwa "Informasi dari bapak Sutarman yang menghubungi nya bapak Dedi dan Syahrul yang mengaku diperintahkan ka balai menghubungi nya...?. Dijawabnya, "Kalau staf saya dengan nama Dedi dan Syahrul ada Pak" kata Kusworo.


Apakah Dedi dan Syahrul yang dimaksud PPK proyek dilingkungan BPPW Sumbar? Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Dedi, melalui kontak watshapnya, mengatakan bahwa saat ini ia sedang berada di kota Bukittinggi. Dan Dedi mengatakan tidak pernah menghubungi bapak sutarman" Saya ada kegiatan di Bukittinggi, soal yang disampaikan itu saya tidak tahu"kata Dedi.


Sementara itu, Syahrul yang dikonfirmasi lewat kontak teleponnya yang berbunyi nada sambung tersebut tidak dijawabnya. Hingga dua kali dihubungi tetap tidak ada jawaban, begitu juga, lewat pesan SMS dan pesan watshap sampai berita ini diturunka belum dijawabnya ?.


Pada berita yang diturunkan sebelumnya, keluhan Zuherman Kasatker (Kepala Satuan Kerja) PPPW (Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah) BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah) Sumbar, di pandang serius oleh Lembaga MT-AB (Masyarakat Transparansi Anak Bangsa) Indonesia. Lembaga MT-AB Indonesia melihat keluhan tersebut sebuah isyarat untuk disikapi oleh pihak penegak. Apalagi keluhan tersebut berhubungan dengan persoalan proyek yang ada di jajaran PPK nya, kata Sutarman SE, Ketua DPP Bidang Investigasi Lembaga MT-AB Indonesia.


Dikatakan Sutarman, apa persoalan sebenarnya dibalik keluhan yang dikemukakan oleh Zuherman Kasatker PPPW terhadap kinerja PPK nya, perlu digali lebih lanjut. Dan keluhan ini mengemuka ke publik di saat ada sorotan masyarakat terhadap keterlambatan pekerjaan proyek Penataan Kawasan Taman Kota Cindua Mato di Kabupaten Tanah Datar dengan menelan biaya negara miliaran rupiah lebih.


Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan merupakan aib bagi instansi pemerintah, terutama bagi penanggung jawab anggaran. "Jadi wajar kalau kasatker begitu kawatir terhadap proyek dibawah koordinirnya, dimana PPK sudah sulit untuk diarahkannya"kata Sutarman.


Tentu hal ini jadi pertanyaan besar kita, karena diketahui BPPW Sumbar salah satu kantor dibawah kementerian PUPR RI didaerah, yang termasuk besar mengelola anggaran fisik. "Bisa jadi ini satu diantara persoalan proyek yang ada dilingkungan BPPW Sumbar"sebutnya.


Untuk mengungkap fakta sebenarnya Lembaga MT-AB Indonesia akan mengumpulkan data terkait proyek fisik dilingkungan BPPW Sumbar tahun anggaran 2021 ini. Terutama menyoal pekerjaan proyek Penataan Kawasan Taman Kota Cindua Mato, yang sudah terlambat dari jadwal kontraknya.


"Ada apa dibalik terlambat pelaksanaan pekerjaan oleh pihak kontraktor. Sejauh mana fisik yang dikerjakan sesuai dengan mutu dan spesifikasi teknis yang dianjurkan, ini yang kita gali nanti faktanya dilapangan"katanya menegaskan.


MT-AB juga menerima informasi bahwa ada intimidasi bernada ancaman kepada wartawan yang memberitakan proyek dilingkungan Balai PPW Sumbar. Untuk itu dihimbau kepada wartawan yang pernah menerima ancaman atas pembuatan berita proyek dilingkungan BPPW Sumbar, supaya melaporkan nya kepada pihak Kepolisian.


"Kita hidup di negara hukum, untuk itu sampaikan persoalan ancaman terhadap profesi wartawan yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya oleh oknum preman yang diduga bayaran di balik peliputan berita proyek dilingkungan Balai PPW Sumbar. Dan biar hukum yang mengungkap dalang dibalik oknum preman tersebut, kita siap memberikan advokasi kepada wartawan  yang diancam saat melaksanakan tugas jurnalistik nya" tegas aktivis Anti Korupsi ini.


Seperti pada berita sebelumnya dibawah judul "Pekerjaan Penataan Kawasan Taman Kota Cindua Mato Terlambat, Kasatker PPPW Keluhkan Kinerja PPK". Zuherman mengatakan perihal keluhan nya terhadap kinerja PPK sudah pernah diutarakan kepada Kepala Balai PPW Sumbar, tetapi juga seperti itu didepan di iya kan di belakang tidak dilaksanakan. 


Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kusworo Darpito, Kepala Balai PPW Sumbar, Rabu sore (17/11/21) pukul 16:41 melalui pesan watshap nya, sebagai berikut :

"Assalamu'alaikum...Slmt sore pak Kusworo....mohon maaf mengganggu sebentar....mohon izin minta klarifikasi menyoal keluhan yang diutarakan Kasatker pak zuherman tentang PPK yang sulit di arahkan mengenai kewajiban dan tanggungjawabnya, apakah benar hal ini sudah pernah diutarakan kepada pak Kusworo Kepala BPPW Sumbar, ?.. "


Tetapi aneh nya, tidak seperti konfirmasi sebelumnya, dimana setiap informasi yang dikonfirmasikan kepada Kusworo Darpito selalu direspon dengan jawaban - jawaban yang bijak. Namun herannya konfirmasi yang dilakukan kali ini tidak dijawab walaupun telah dilihat. Hingga saat ini sampai berita naik tayang, konfirmasi yang disampaikan belum mendapat jawaban ?.   (DM)

Tidak ada komentar

Selamat datang di Website Kami, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda puas!!