Breaking News

Apa Sangsi ASN Berpolitik, Ini Jawabannya

 Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal didampingi PJ Sekdakab Solsel Dr H Fidel Efendi


Solok Selatan -- Internewss.com -- 

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan (Solsel) Drs Jasman Rizal menegaskan, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ketahuan ikut berpolitik dan terbukti mendukung salah satu pasangan calon atau terlibat politik praktis akan mencopot jabatan dan memberikan sangsi sesuai aturan yang berlaku.


"Jika terbukti, bagi ASN ikut berpolitik praktis bisa sampai pada pemecatan. Saat ini ada satu ASN yang sedang diproses, karena diduga ikut sosialisasi dukung mendukung pada satu pasangan calon. Jika terbukti tidak ada ampun bagi ASN tersebut,"ujar Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal, Selasa (6/9/2020).


Dia menjelaskan, jika ASN itu punya jabatan di satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dia akan dicopot dari jabatannya. Tapi jika ASN tanpa jabatan dia akan di proses sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana itu bisa sampai pada pemecatan sebagai ASN.


Untuk itu, Juru bicara Covid-19 Sumatera Barat ini, meminta agar para ASN di daerah itu netral dalam Pemilihan Kepala Daerah. Jangan sampai terlibat dukung mendukung secara terbuka, patuhi aturan secara jelas untuk netralitas. Jika ini dilakukan maka ASN akan aman.


"Penegasan ini berlaku untuk semua ASN, patuhi aturan yang berlaku. ASN harus netral dalam Pilkada ini. Jangan sampai terlibat, karena ada sangsinya dan ini jelas,"katanya.


Pada kesempatan itu, Jasman Rizal juga menegaskan agar ASN bersikap netral.  Bahkan pada hal-hal kecil seperti memberikan like pada akun media sosial salah satu pasangan calon tidak diperbolehkan, karena itu sudah termasuk salah satu pelanggaran. 


"Untuk netralitas ASN ini harga mati, jangan coba-coba terlibat. Dimana sangsinya sudah jelas,"sebutnya.


Ia juga berpesan, agar ASN tidak ikut bergabung pada salah satu media sosial seperti WhatApps group (WAG) yang mendukung salah satu paslon, ia menyarankan agar ASN segera keluar apabila dimasukkan dalam WAG tersebut, karena itu telah masuk dalam pelanggaran netralitas ASN.


"Saya berharap, tolong ini jadi perhatian bagi semua ASN, jangan pernah terlibat dalam berpolitik. Mari sama sama menjaga netralitas,"tutupnya.(adi)

Tidak ada komentar

Selamat datang di Website Kami, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda puas!!