Breaking News

Jaringan Irigasi Lubuk Buaya Ditangani BWSS-V Padang, Setelah Ada Penyerahan Aset Oleh Pemkab dan DPRD

Wakil Ketua DPD Projo Sumbar sekaligus Mamak Kepala Waris Suku Panai Tigo Ibu Ludang Nagari Air Haji Zaidinul Rangkayo Basa ketika menyampaikan keluhan petani kepada Kepala BWSS-V Padang Muhammad Dian Ma'aruf, dan didampingi Kepala SNVT PJPA IAKR Aditya Sidik Waskito


Padang, (SUMBAR) internewss - Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS-V) Padang, Mochammad Dian Al-Ma’aruf, S.Si, ST, MT, mengatakan penanganan jaringan irigasi Lubuk Buaya yang rusak di Nagari Air Haji, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Propinsi Sumatera Barat, untuk jaringan irigasi eksisting yang ada bisa dilakukan jika sudah ada penyerahan aset oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada BWSS-V Padang Kementerian PUPR Padang, dan ada pembebasan lahan pada bagian lainnya. "Kita belum bisa memperbaiki jaringan irigasi yang rusak itu sebelum ada penyerahan aset dari Pemkab Pessel kepada BWSS-V Padang"kata Dian yang didampingi Kepala SNVT PJPA IAKR Aditya Sidik Waskito, ST. M.Si. M.Sc kepada wartawan dikantornya, Jumat 21 Juli 2023. 


Hal tersebut diutarakan Kepala BWSS-V Padang menjawab keluhan masyarakat petani di Nagari Air Haji yang disampaikan oleh Zaidinul Rangkayo Basa Mamak Kepala Waris Suku Panai Tigo Ibu Ludang Nagari Air Haji sekaligus Wakil Ketua Bidang Investasi dan Komunikasi Antar Lembaga DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Projo (Pro-Jokowi) Provinsi Sumatera Barat, soal jaringan irigasi yang tidak lagi bisa mengaliri air ke areal persawahan akibat telah lama dibiarkan rusak. Dian mengakui, mengenai keluhan masyarakat petani di Nagari Air Haji ini sudah di komunikasi kan dengan Bupati Pesisir Selatan. 


"Saya sudah ketemu Pak Bupati dan telah membahas soal jaringan irigasi Lubuk Buaya di Nagari Air Haji. Dan Saya menyampaikan solusi nya agar Pemkab Pessel bersama DPRD secepatnya membuatkan surat penyerahan aset kepada BWSS-V Padang, supaya perbaikan jaringan irigasi nya bisa diusulkan untuk dilakukan  perbaikan" ungkap pria yang akrab dengan kalangan media ini.


Pada kesempatan itu, Dian juga menyinggung mengenai pembangunan irigasi dikawasan Lubuk Buaya nantinya, pihak Pemerintah Kabupaten diharapkan dapat membantu proses pembebasan dan atau turut melaksanakan pembebasan di Daerah Irigasi Lubuk Buaya tersebut, sehingga target kewenangan pusat diatas 3000 ha dapat tercapai, "Kita sudah buatkan program nya, makanya bendung untuk Daerah Irigasi Lubuk Buaya sudah disiapkan sebelumnya".

Dian melanjutkan, "ketika mengusulkan kegiatan ini, perintah pusat belum bisa memenuhi karena belum terpenuhinya readiness criteria yang ditetapkan, salah satunya kesiapan lahan" jelas sosok yang bersahaja ini. 


Perlu diketahui, kata Dian, program Presiden Jokowi untuk tahun 2024 ini pertama, menyelesaikan pekerjaan multiyears kontrak, kedua menyelesaikan IKN. "Jadi kalau ada multiyears - multiyears kontrak yang belum selesai, harapan presiden April atau Juni sudah selesai sebelum masa tugas nya berakhir" sebutnya. 


Artinya kata Dian, saat ini hingga 2024 nanti tidak ada pembangunan, kalaupun ada pembangunan itu perintah langsung atau direktif dari presiden." Atau dari bapak menteri PUPR atas perintah presiden membangun suatu bangunan, ini baru di bangun, diluar itu semua tidak ada pembangunan baru"ujarnya.


Saat ini kegiatan yang dilakukan BWSS-V Padang ditahun 2023 dan 2024 adalah kegiatan OPOR (Operasi, Pemeliharaan, Optimalisasi, Rehabilitasi). 


Operasi yaitu mengoperasikan bangunan - bangunan. Pemeliharaan, memelihara bangunan yang sudah ada supaya umurnya lebih lama. 


Optimalisasi membenahi yang sudah ada misalnya saluran yang sebelumnya mengairi 10 hektar lalu dijadikan 11 hektar. Dan Rehabilitasi memperbaiki yang sudah rusak dari bangunan -  bangunan yang sudah ada.


Ditempat yang sama, Mamak Kepala Waris Suku Panai Tigo Ibu Ludang Nagari Air Haji Tenggara, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, Zaidinul Rangkayo Basa menyambut baik yang disampaikan Kepala BWSS-V Padang tersebut. Selaku masyarakat, Ia berharap Bupati bersama DPRD segera menindaklanjuti saran kepala BWSS-V Padang ini supaya irigasi Lubuk Buaya bisa diperbaiki dan ada pembangunan jaringan irigasi berkelanjutan.


"Saya berharap Bupati bersama DPRD bergerak cepat menindaklanjuti saran kepala BWSS-V Padang membuat surat penyerahan aset kepada pemerintah pusat agar jaringan irigasi bisa diperbaiki"kata Zaidinul.


Sementara itu, Ketua KAN (Kerapatan Adat Nagari) Air Haji Abdul Hakim Sutan Rajo Mudo menyampaikan harapannya kepada BWSS-V Padang dapat memperbaiki saluran irigasi di tahun ini. "Supaya masyarakat bisa beraktivitas ke sawah lagi, sebab sudah 3 tahun ini sawah nya tidak dapat air sehingga sawah masyarakat tidak bisa digarap dan jadi terlantar" kata nya.

(Darmen/int).

Tidak ada komentar

Selamat datang di Website Kami, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda puas!!