AKBP Agung Tribawanto: Dalmas Bukan Sekadar Barisan, Tapi Soal Kendali Emosi
Pasaman Barat,internews- Halaman Polres Pasaman Barat tampak berbeda. Barisan personel berseragam lengkap membentuk formasi rapi, perlengkapan Dalmas tertata, dan instruksi terdengar tegas namun terukur. Latihan pengendalian massa (Dalmas) hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan gambaran nyata kesiapsiagaan yang dibangun di bawah komando AKBP Agung Tribawanto.
Sebanyak 120 personel dilibatkan. Mereka terdiri dari tim negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjutan, hingga tenaga kesehatan lapangan. Setiap unsur memiliki peran yang saling terhubung, membentuk satu kesatuan taktis yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.
Bagi AKBP Agung Tribawanto, Dalmas bukan hanya soal barisan tameng dan helm. Lebih dari itu, Dalmas adalah tentang kendali emosi, kecermatan membaca situasi, serta kemampuan bertindak tanpa melampaui batas kemanusiaan.
Melalui koordinasi Kompol Tarpi Niswar selaku Kabag SDM, latihan difokuskan pada penguatan formasi, ketepatan penggunaan perlengkapan, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis.
Gerakan demi gerakan diperagakan dengan disiplin. Formasi Dalmas awal diperkuat, disusul Dalmas lanjutan yang menjadi lapis pengendali ketika situasi meningkat. Semua bergerak sesuai standar operasional prosedur.
Di sela latihan, disampaikan kembali bahwa kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pemahaman hak asasi manusia. Setiap personel diingatkan bahwa pengendalian massa bukan berarti membungkam, tetapi menjaga agar penyampaian pendapat tetap aman dan tertib.
AKBP Agung Tribawanto menilai, latihan seperti ini menjadi penyegaran penting atas materi yang telah diterima personel saat pendidikan. ingatan taktis diasah kembali agar respons di lapangan tidak ragu.
Simulasi juga menempatkan tim negosiator pada peran sentral. Komunikasi efektif dengan koordinator aksi menjadi kunci agar situasi tidak berkembang ke arah yang tidak diinginkan.
Pendekatan humanis menjadi benang merah seluruh rangkaian latihan. Prinsip Polri Presisi diterjemahkan dalam gerakan nyata: profesional, proporsional, dan efektif.
Tenaga kesehatan lapangan pun disiagakan sebagai bagian dari skenario. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kemungkinan telah diantisipasi, termasuk penanganan cepat bila terjadi kondisi darurat.
Menurut Kompol Tarpi Niswar, latihan Dalmas bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental. Ketahanan psikologis personel menjadi faktor penting saat berhadapan dengan massa dalam jumlah besar.
Kapolres AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa personel harus mampu membedakan pendekatan di setiap situasi. Tidak semua kerumunan disikapi dengan cara yang sama; kecermatan membaca kondisi adalah kunci.
Latihan berlangsung dinamis. Aba-aba komando, perpindahan formasi, hingga simulasi tekanan massa diperagakan secara bertahap dan terukur.
Kegiatan ini juga menjadi evaluasi internal. Setiap gerakan dikoreksi, setiap kekurangan diperbaiki di tempat, memastikan tidak ada celah saat tugas nyata datang.
Bagi jajaran Polres Pasaman Barat, kesiapsiagaan bukan slogan. ia dibangun melalui latihan rutin, disiplin, dan komitmen menjaga keamanan masyarakat tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan.
Latihan Dalmas akan terus digelar secara berkala. Harapannya, setiap personel selalu berada dalam kondisi siap, sigap, santun, dan profesional.
Di halaman Mapolres itu, pesan AKBP Agung Tribawanto terasa jelas: pengendalian massa adalah tentang menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan memastikan hukum hadir dengan cara yang beradab.Tim Rmo

Tidak ada komentar