Breaking News

Jalan Nasional Dibawah PPK 1.2 Memprihatinkan, Aspal Mengelupas dan Berlobang, Bahu Jalan Hingga Saluran Mortar Ditumbuhi Rumput, Ditutupi Sedimen ?

Potret kondisi ruas jalan nasional Baso - Batas Riau dibawah pengelolaan Junianton PPK 1.2 Satker PJN 1 Sumbar, Foto diambil pada Senin dan Selasa 8 dan 9 November 2021.


Limapuluh Kota (SUMBAR). internewss - Dalam rangka wujudkan jalan nasional mantap bebas dari lobang - lobang dan kerusakan pada badan dan bahu jalan di Wilayah Propinsi Sumatera Barat, menjadi salah satu tugas BPJN (Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) Sumbar. Oleh karena itu, meminimalisir kerusakan pada ruas jalan nasional terus diupayakan jajaran BPJN Sumbar guna mempertahankan kondisi jalan selalu baik, terutama saat dilalui kendaraan bermotor.


Kondisi jalan yang baik sangat dirasakan manfaat nya oleh masyarakat pengguna jalan, karena kendaraan bisa melaju dengan jarak tempuh yang lebih cepat. Sebaliknya, kalau badan dan bahu jalan banyak yang rusak dan berlobang - lobang bisa mengganggu dan memperlambat laju kendaraan, bahkan jarak tempuh menjadi lama.

Junianton,ST. MSi, PPK 1.2 Satker PJN 1 Sumbar


Setidaknya kondisi jalan nasional yang terlihat rusak dan berlobang demikian telah dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan yang melewati ruas jalan nasional Baso - Batas Riau. 


"Barusan mobil yang saya ke mudikan terperosok kedalam lobang yang terdapat pada badan jalan" kata Pindo sopir minibus yang hendak berpergian ke Propinsi Riau menutur kan peristiwa yang dialami nya  kepada internewss, Senin (8/11/21) yang dihampiri saat berhenti di kilometer 14 Air Putih.


Lebih lanjut dikatakan Pindo, pada lokasi badan jalan yang rusak dan berlobang - lobang tidak ada rambu peringatan kepada pengendara, sehingga mobil yang dikendarai terperosok ke lobang. Selain tidak ada rambu peringatan terpasang, lokasi badan jalan yang rusak tersebut berada di titik menurun dan menikung yang luput dari penglihatan pengemudi.


Dari pantauan media ini di ruas jalan nasional Baso - Batas Riau, dibawah pengelolaan Junianton, ST. M.Si, PPK 1.2 Satker PJN Wilayah 1 Sumbar,  memang terlihat sejumlah titik aspal badan jalan sudah mengelupas dan berlobang - lobang. Tentunya lokasi badan jalan yang rusak dan berlobang tersebut rawan akan terjadinya kecelakaan, ditambah lagi diantara lokasi tersebut tidak ada terpasang rambu peringatan bagi pengendara bermotor.


Bahkan penyempitan ruas jalan juga terjadi akibat bahu jalan sudah ditumbuhi rumputan belukar. Parahnya saluran air di kiri - kanan jalan juga tersumbat oleh sedimen dan rumputan belukar.


Menurut informasi yang dirangkum dari masyarakat setempat, kerusakan aspal pada badan jalan hingga berlobang demikian sudah terjadi dalam beberapa bulan ini, namun belum ada upaya perbaikan dari pihak ke PU - an. "Kurang nya perhatian pihak PU ini bisa kita perhatikan dari rumput yang telah tumbuh menutupi kiri - kanan bahu jalan"kata Sumar warga Koto Alam.


Selain ditumbuhi belukar, material bahu jalan juga banyak yang sudah tergerus, sehingga pada lokasi tersebut bahu jalannya menjadi curam dan rawan kecelakaan jika ada kendaraan yang terpeleset dilokasi tersebut bisa terbalik, jelasnya. 


Sementara itu, Junianton PPK 1.2 yang dikonfirmasi Internewss, Selasa (9/11/21) disalah satu warung di pinggir ruas jalan lintas Sumbar - Riau mengatakan, informasi yang diterima secepatnya ditindak lanjuti. "Saya sangat berterimakasih sudah diinformasikan mengenai kondisi jalan nasional dibawah naungannya yang terpantau terdapat sejumlah titik rawan kecelakaan akibat aspal badan jalan rusak dan berlobang"kata Junianton.


Saaat ini, kata Junianton, rekanan sudah bekerja membenahi ruas jalan mulai dari membenahi aspal yang rusak, menambal lobang, membersihkan saluran, dan menebas rerumputan. "Pekerjaan kita saat ini merupakan kegiatan longsegmen, dan rekanan sudah bekerja mulai dari batas Riau, mungkin tidak berapa lama lagi sampai ke Koto Alam serta titik lainnya"ungkap Junianton.


Namun anehnya, kenapa kegiatan longsegmen tersebut terkesan baru dilaksanakan hampir di penghujung tahun. Sementara kondisi yang disampaikan telah terjadi beberapa bulan terakhir. 


Menjawab hal itu, Junianton beralasan pekerjaan yang dilaksanakan oleh rekanan agak terganggu akibat kondisi cuaca yang sering turun hujan. "Ada beberapa titik ruas yang perlu waktu dalam penanganannya, ditambah cuaca sering hujan yang menyebabkan pekerjaan mengalami perlambatan"terang Junianton sembari menegaskan pihaknya segera memacu pekerjaan dilapangan, terutama meminta rekanan memasang rambu peringatan dilokasi yang belum dikerjakan guna menghindari kecelakaan.


Sejauh manakah realisasi pekerjaan longsegmen dibawah pengelolaan Junianton, ST. MSi PPK 1.2 Satker PJN 1 Sumbar, pada ruas jalan nasional Baso - Batas Riau, dapat memenuhi standar yang dianjurkan dalam mempertahan kan kondisi ruas jalan nasional tersebut selalu mantap dan baik?. Tunggu berita selanjut nya!    (Men)

Tidak ada komentar

Selamat datang di Website Kami, Terima kasih telah berkunjung.. Semoga anda puas!!